Boso Walikan Malang

Osob uki alat komunikasi sing di ewag  gnaro siji karo ngnaro lione.  Tanpa osob kadit mungkin gnaro-gnaro osi komunikasi. Osob di Indonesia ewed heka lop, roto-roto tiap Kota ewud osob daerah ewed-ewed, contone osob ngalam, osob arudam, osob ayabarus, lan lia-liane.

Artinya : 
“Bahasa itu alat komunikasi yang dipakai manusia satu dengan manusia lainnya. Tanpa bahasa tidak mungkin manusia bisa komunikasi. Bahasa di Indonesia sendiri banyak sekali, rata-rata setiap Kota mempunyai bahasa daerah sendiri-sendiri, contohnya bahasa Malang, bahasa Madura, bahasa Surabaya dan lain-lain.

Tentu sahabat2 bingung membaca bahasa diatas, ini adalah bahasa kelahiran saya sob. Selain bahasa Jawa, di kota saya bahasa terbalik ini selalu digunakan sesama warga Malang. Ingin tahu atau ingin belajar bahasa yang sering digunakan oleh warga Malang. Cekikot …

Apa yang terlintas dibenArema Indonesiaak Anda ketika berkunjung atau mendengar nama Kota Malang ? Apakah Apel, Bakso, Kripik Tempe, Arema atau Aremania, Pendidikan, Bunga, Dingin, Pelajar, Aremania, Topeng Malang atau Paris van East Java ?

Dikota inilah saya lahir dan dibesarkan, selain menjadi kota terbesar kedua di Jawa Timur, Malang dikenal memiliki dialek khas yang disebut Boso Walikan, yaitu cara pengucapan kata-kata secara terbalik. Gaya bahasa masyarakat Malang terkenal blak-blakan, sikap masyarakatnya tegas, lugas dan tanpa basa-basi.

Bagaimanakah sejarah Boso Walikan ini bisa muncul di Malang ? Siapa yang pertama menciptakan Boso Walikan? sejarah Boso Walikan dimulai pada saat jaman perjuangan Gerilya Rakyat Kota (GRK). Para pejuang pada saat itu menggunakan Boso Walikan sebagai alat komunikasi antar sesama pejuang serta sebagai identitas untuk mengenali lawan maupun kawan. Pada saat itu, banyak sekali mata-mata Belanda yang berasal dari orang pribumi sendiri. Otomatis, komunikasi dalam Bahasa Jawa menjadi hal yang riskan karena para mata-mata itu juga pasti akan paham lantas akan membocorkannya pada pihak Belanda. Karena itu para pejuang menggunakan Boso Walikanuntuk mengelabui para mata-mata sekaligus untuk meminimalisir bocornya strategi perjuangan para gerilyawan.

Boso Walikan memang sudah menjadi ciri khas warga Malang. Beberapa Boso Walikan yang sering digunakan antara lain : ker (rek), sam (mas), ngalam (malang), genaro (orang), kadit itreng (tidak ngerti), nakam (makan), nganal (lanang), kodew (wedok), ongis nade (singo edan), ileb ngadeng (beli gedang), dan masih banyak lagi.

Perlu diketahui bahwa Boso Walikan bukanlah bahasa sandi karena dalam penggunaannya tetap menggunakan bahasa yang lazim digunakan, hanya cara membacanya yang diubah. Kata yang lazimnya dibaca dari kiri ke kanan dalam Boso Walikan dibaca dari kanan ke kiri. Bahasa yang bisa dibalik juga bisa berasal dari Bahasa Jawa maupun Bahasa Indonesia. Karena itu pula, Boso Walikan selalu berkembang karena pasti banyak kata-kata yang bisaTugu_Malang_Night_View dibalik.

Namun, tidak semua kata atau bahasa bisa seenaknya dibalik. Hanya kata-kata yang umum saja yang biasanya dibaca secara terbalik. Sebagai contoh, kata “komputer” tidak pernah diucapkan sebagai retupmok karena akan sulit pengucapannya dan tidak lazim digunakan. Penggunaan Boso Walikan sendiri bisa didengarkan acap kali jika anda berkunjung ke kota ini. Bagaimanapun juga, Boso Walikan adalah ciri khas budaya Malang yang perlu kami lestarikan.

Jika anda adalah pendatang atau masyarakat dari luar Malang yang ingin menggunakan Boso Walikan saya sarankan agar memperbanyak dulu perbendaharaan kata / penggunaan Boso Walikan ini dengan dibantu oleh teman Anda yang asli warga Malang atau bisa membeli bukunya, Kamus Bahasa Malangan. Berikut ada beberapa perbendaharaan kata dari boso walikan yang mungkin akan berguna jika Anda berkunjung ke kota saya :

 

Kata Benda
– adepes        : sepeda
– rotom          : motor
– libom           : mobil
– utapes         : sepatu
– landas         : sandal
– soak            : kaos
Nama Tempat
– ngalam        : malang
– hamur          : rumah
– ayabarus      : surabaya
– arudam        : madura
– rajajowas     : sawojajar
Nama Makanan/Minuman
– oskab          : bakso
– oges            : sego
– lecep           : pecel
– ipok             : kopi
– uhat ngerog : tahu goreng
Kata Kerja
– rekem          : meker/mikir/ berpikir
– uklam          : mlaku/ jalan2
– utem            : metu/ keluar
– ibar              : rabi
– ngayambes  : sembahyang/ sholat
– rudit            : tidur
– nakam         : makan
– halokes        : sekolah
– hailuk          : kuliah
– ngalup         : pulang
– ladub           : budal/berangkat
– kolem          : melok/ikut
– helom          : moleh/pulang
Kata Sifat/Keterangan/Predikat
– licek            : kecil
– komes         : semok/ seksi
– nayamul      : lumayan
– kadit           : tidak
– itreng          : ngerti
– tahes           : sehat
– sinam          : manis
– ewul            : luweh/lapar
– kipa             : apik/bagus
– kewut          : tuwek/tua
– ngewes       : seweng/sinting
Kata Sebutan
– ebes           : orangtua laki2
– memes       : orangtua perempuan
– sam             : mas/kakak/bro!
– ayas             : saya
– umak           : kamu
– kodew         : wedok/cewek
– nganal         : lanang/cowok
– ngonceb      : bencong/ banci
– ojob             : bojo/pacar/pasangan hidup
– tenyom        : monyet
– ongis nade  : singo edan
– nawak ewed  : kawan dewe/ sahabat dekat
Kata Tanya/Sebut
– orip             : piro/berapa
– oyi               : iyo/ya
– napak          : kapan
Nama Orang
– ined             : deni
– uyab            : bayu
– Inep            : peni (Walikota Malang)
– suga            : agus
Yang saru diucapkan
– ngemut        : ngetum
– kunam         : manuk
– sulum         : mulus
– kampes         : sempak/ celana dalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s