Susu Kedaulwarsa Bikin Diare

Cinta itu memang tidak ada batasnya, namun bagi Markucel hasratnya kepada Markonah istrinya seperti ada batas kadaluwarsanya. Karena Markonah yang sudah mempunyai tiga anak tersebut sudah tidak layak pakai, maka Markucel mencari penggantinya.

Dalam pikiran Markucel jika cintanya dipaksakan kepada Markonah, maka dia bisa stress lalu terkena diare. Sama seperti bayi yang diberi susu yang tanggal kedaluwarsanya sudah lewat. Karena tak mau diare, awalnya Markucel mulai mengurangi Menu Pekerjaan Malam (MPM) kepada istrinya Markonah. Setelah mengurangi pemberian menu, dalam empat bulan terakhir Markucel kemudian menyetop MPMnya kepada Markonah. Tentu saja penghentian MPM tersebut membuat Markonah protes, sebab menu yang selama ini diberikan Markucel kepada dirinya tersebut merupakan menu ternikmat. markonah tak pernah merasakan menu serupa dari orang lain. Namun Markucel rupanya tidak peduli dengan protes istrinya, Markonah.

Rupanya Markucel sudah mempunyai saluran pembagian menu lainnya. Yakni disalurkan kepada Srintil, seorang janda muda cantik dan mempunyai tubuh bahenol. Bagi Markucel, janda tanpa anak ini merupakan stok baru yang mempunyai kualitas wahid, termasuk pelayanannya yang luar biasa. Markucel yang mendapatkan stok baru tersebut akhirnya lupa daratan. Bukan hanya Markonah yang dilupakan, tiga anaknya yang masih membutuhkan kasih sayang juga ikut terlupakan. Markonahpun akhirnya pasrah.

Kesabaran Markonah akhirnya terjawab, Markucel mengalami kecelakaan ketika mengendarai mobil dengan Srintil di luar kota. Markucel mengalami luka berat dan dirawat disebuah rumah sakit. Selama Markucel sakit, Markonah dengan sabar terus mendampinginya, dan saat sakit itulah Markucel akhirnya mengakui semua kesalahannya dan meminta maaf kepada istrinya, Markonah. Huuu koq nyimut minta maaf, coba kalo tidak terjadi kecalakaan dengan Markucel pasti perbuatan mencari susu segar dilakoni terus. (rm261013)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s